Murtiningsih

Guru Pembimbing di SMK N 2 Magelang...

Selengkapnya

Jauh Dari Allah

Jauh Dari Allah

# Mengikat Makna #

Kehidupan material, perubahan yang sangat cepat, persaingan yang semakin ketat dalam kehidupan ini banyak membuat orang larut dan hanyut terbawa arus hingga menjauh dari Allah.

Saya punya seorang kawan yang tinggal di luar kota, dia berdagang di pasar, mempunyai beberapa toko pakaian yang sangat laris. Dari tahun ke tahun tokonya semakin laris hingga mampu membuka cabang di kota lain. Kawan saya ini berhasil mengumpulkan harta yang sangat banyak.Kehidupanya berputar pada suatu poros yaitu uang. Ia terlempar sangat jauh dari kehidupan spiritual. Kata - kata yang diucapkan setiap kali bertemu adalah hanya tentang pasar, kerja keras, uang dan harta benda. Saya sama sekali tak pernah mendengar nama Allah di sebut dari lisannya.

Dulu saat masih sekolah dia masih terlihat sholat, namun setelah menikah dan sibuk dengan kehidupan dunianya menjadikanya lupa dengan Allah. Pernah saat bertemu aku ajak dia sholat, dengan alasan masih sibuk karen banyak pembeli pada akhirnya sholat tidak mampu dia tunaikan.

Sekitar satu tahun saya tidak berjumpa denganya. Ketika saya cari tahu keadaanya lewat salah seorang teman, ternyata ia mengalami sakit kanker dan sekarang tidak berdaya di rumahnya setelah beberapa bulan di rawat di rumah sakit.

Mendengar kabarnya itu, suatu hari aku datang menjenguknya, runahnya yang luas terasa sangat sepi, suaminya sedang dinas luar kota, kedua anaknya juga kuliah di luar kota. Dia hanya tinggal di rumah bersama pembantu dan kadang di temani oleh bibinya.

Saat kami bertemu, dia menangis sesenggukan, merasa bahawa semua yang dia miliki tidak berarti, kerja kerasnya selama ini seakan - akan sia - sia belaka. Dia terlihat sangat lelah dan menderita, dari semua yang diceritakan kepadaku kutangkap bahwa Ia sangat putus asa.

Waktu sholat dhuhur tiba, aku mohon ijin untuk melaksanakan sholat, rumah yang sangat luas namun tidak disediakan tempat khusus untuk beribadah, sungguh terasa aneh bagiku. Teringat rumahku yang kecil namun ada tempat kami mengaji dan sholat bersama, aku semakin bersyukur dengan kehidupan yang kumiliki.

Aku sholat di kamarnya, selesai salam kembali kami bercerita, kembali kuajak dia untuk sholat, dia menangis dan mengatakan " Apakah Allah masih menerima shokatnya " kupeluk erat tubuhnya dan kukatakan " Allah maha pengampun, bagi hambanya yang mau bertaubat." Kubantu dia untuk mengambil wudhu dan sholat sambil duduk. Sejak saat itu kehidupanya berubah, shokatnya semakin rajin, rajin bersedekah dan yang menggembirakan rumah besarnya tak lagi sepi, setiap Ahad digunakan swbagai tempat kajian bersama ibu - ibu di sekitarnya. Hidupnya semakin bersemangat, wajahnya semakin bercahaya. Dia juga membangun mushola kecil di belakang rumahnya.

Pernahkah Anda mengenal seseorang yang kehidupanya bagaikan mata rantai penderitaan? Keluar dari masalah yang satu, lalu masuk pada masalah yang lain? Jika jawabnya, " ya " tahukah Anda apa penyebabnya? Penyebab utamanya adalah karena ia jauh dari Allah.

Seorang mukmin sejati akan selalu betraqwa, tawakal dan bersyukur kepada Allah, baik dalam kondisi lapang maupun sempit. Ketika mendapat ujian akan selalu bersabar dan ketiaka dilimpahi rizky akan senantiasa besyukur. Ambisi orang yang jauh dari Allah adalah dunia. Hidupnya akan menjadi sempit dan dipenuhi dengan hal - hal yang negatif. Buakankah Allah menjelaskan di Surat Thaha ayat 124: Barang siapa berpaling dari peringatan- Ku maka sesungguhnya baginya kehidupan yang senpit dan Kami akan menghimpunkanya pada hari kiamat dalam keadaan buta.

Pagi ini saya mengajak diri saya sendiri untuk selalu berusaha mendekat kepada Allah, laksanakan yang wajib dan jangan tinggalkan yang sunah, semoga Allah ridho dengan semua usaha kita. Sukses dunia, sukses akherat, semoga bermanfaat.

#Magelang, 16 April 2016 #

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

nasehat bermanfaat moga membuat kian taat beribadat. Bun

16 Apr
Balas

Aamiin mks Pak Tanto

16 Apr

Subhanallah...,jazakillah khoir untuk pencerahannya bunda. Baarakallah.

16 Apr
Balas

Baarakallah Bunda Raihana, Allah bersama kita aamiin

16 Apr

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali