Murtiningsih

Guru Pembimbing di SMK N 2 Magelang...

Selengkapnya

Wanita Karir Butuh Dukungan Suami

Wanita Karir Butuh Dukungan Suami

# Mengikat Mana #

Hari ini sungguh saya merasa sangat bersyukur, karena Allah memberiku suami yang sangat baik.Karena kebaikan suamilah saya menjadi lebih tenang dalam bekerja ( baca berkarir).

Teringat keluhan seorang teman, bagaimana suaminya tidak pernah mau tahu tentang beratnya wanita bekerja. Semua harus dikerjakanya sendiri baik urusan domestik maupun urusan pekerjaan kantor.

Kalau perempuan berkarir dan tidak mendapatkan dukungan dari suami jelas ini sangat berbahaya bagi seorang perempuan, bisa terjadi stress,. konflik peran dan juga persaingan kompetitif antara suami dan istri.Jika sudah mempunyai anak kemungkinan kebutuhan perhatian terhadap anak bisa kurang terpenuhi.

Kembali teringat curhatan seorang teman bagaimana suaminya tetap maunya dilayani,tidak mau tahu bagaimana dia harus membagi waktu agar semua bisa berjalan sesuai yang seharusnya. Bagaimana bisa berkarir secara optimal kalau setiap hari dihadapkan pada kondisi keluarga yang tidak nyaman. Berkarir namun tanpa dukungan suami.

Untuk itu, dukungan suami mutlak dibutuhkan bagi perempuan karir, kurangnya dukungan suami membuat peran perempuan kurang optimal,karena terlalu banyak yang harus dikerjakan.

Di kantor, tidak akan pernah bisa bekerja dengan nyaman karena selalu teringat kondisi rumah, memikirkan bagaimana pengasuhan anak - anak.Semetara kalau sampai rumah harus mengerjakan urusan rumah tangga sendirian karena suami tidak mau membantu.

Kalau demikian maka beban perempuan yang berkarir akan semakin berat, hal itu bisa berdampak perempuan menjadi mudah lelah, tidak ada waktu untuk bersantai, .mudah stres dan bahkan mungkin bisa mengganggu keharmonisan rumah tangga.

Beda dengan perempuan karir yang mendapat dukungan penuh dari suami. Konflik di kantor maupun di rumah bisa diatasi dengan baik.Dengan demikian istri bisa melenggang ke kantor tanpa ada beban.

Urusan rumah bisa diselesaikan bersama,.tentu saja dengan saling berkomitmen dengan suami, suami memahami kondisi istri, Dan mau berbagi untuk meringankan semua beban pekerjaanya.Istri menjadi merasa disayang dan dibutuhkan, kalau sudah demikian pekerjaan beratpun akan terasa ringan.

Sudah sewajarnya jika dalam sebuah perkawinan, suami istri saling bahu membahu untuk mewujudkan kebahagiaan rumah tangga, bukankah dibelakang suami yang sukses pasti ada istri yang hebat, dan dibelakang istri yang sukses pasti ada suami yang pengertian?.

Sekali lagi saya bersyukur karena Allah menghadirkan laki - laki yang hebat yang selalu mendukung dalam baik urusan rumah tangga, maupun urusan pekerjaan. Akan selalu kubisikan ditelinganya, " Makasih ya pah, selalu ada untuk mama, sungguh mama bangga punya papa. "

#romantisme keluarga#cintaterbaikku#cintatakpernahsalah#aimafarhasfirsayaning,mgl 9 mei 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali