Murtiningsih

Guru Pembimbing di SMK N 2 Magelang...

Selengkapnya

Belajar Cinta Dari Bu Sutirah

Belajar Cinta Dari Bu Sutirah

#Mengikat Makna #

Sore ini sehabis sholat Asar, aku diajak oleh ibu - ibu komplek untuk menengok Bu Sutirah di RSIA Muntilan. Bu Sutirah adalah Ibu dari salah seorang tetangga belakang rumahku. Ada tujuhbelas ibu yang bisa ikut sore ini, kalau naik satu angkot terlalu penuh, tapi kalau dua angkot kurang penumpang. Bersyukur akhirnya tetangga ada yang berkenan bawa mobil sendiri. Jam Empat kita berangkat ke RSIA, setengah jam perjalanan naik angkot kami sampai di tempat tujuan.

Kamar Roudhoh no 3 di sinilah Bu Sutirah di rawat, ketika kami masuk kami sudah di sambut dengan senyum oleh beliau, usianya sudah 86 Tahun namun pikirnya masih tajam dan ingatannya masih setia. Kami semua bersalaman dan bercengrama memberikan penguatan kepada Bu Sukirah agar tetap sabar dan tawakal menerima ujian sakit dari Allah.

Bu Sukirah banyak bercerita kepada kami, beliau menceritakan kalau anaknya berjumlah sembilan orang, namun yang nomer tiga sudah meninggal, kini tinggal delapan. Tiga perempuan dan lima anak laki - laki.

Bu Sutirah menceritakan kedelapan anak - anaknya yang hampir semuanya menjadi orang yang sukses secara materi,kecuali anak yang ragil yang keadaan ekonominya biasa - biasa saja. Mereka Ada yang tinggal di Jakarta, Jogja, Surabaya dan Kota lainya, sedangkan beliau tinggal di Kebumen.

Sejak suaminya meninggal tiga tahun yang lalu Bu Sutirah hidup sendiri, anak - anaknya sudah sering memina beliau untuk tinggal bersamanya. Pernah Bu Sutirah tinggal bersama dengan anaknya yang Mbarep namun hanya betah satu bulan kemudian pulang, pun dengan anak - anak yang lainya. Setiap tinggal bersama putranya pasti akan selalu rindu pulang ke rumah yang dimilikinya.

Bu Sutirah merasa bersykur punya anak - anak yang berbakti, namun rumah sendiri selalu terasa paling nyaman dibandingkan rumah anak - anaknya walaupu lebih mewah. Di rumah itulah Bu Sutirah membangun cinta bersama almarhum suaminya dan membesarkan kesembilan putra - putrinya dengan penuh cinta.

Kembali Bu Sutirah bercerita sebagai seorang Ibu dengan sembilan anak, walau sejak kecil mereka di besarkan bersama - sama namun. Setelah Mereka dewasa prilakunya bisa saja berubah, karena mereka punya pasangan hidup masing - masing, namun sebagai orang tua Bu Sutirah tetap menerima bagaimanapun sikap anak dan menantunya. Kalau anaknya delapan pasti akan ada delapan sifat yang berbeda walau Mereka lahir dari rahim yang sama.

Kini saat usia Bu Sutirah semakin menua, dengan terpaksa Bu Sutirah harus mau dirawat oleh anak - anaknya. Sebenarnya berat bagi Bu Sutirah untuk memilih tinggal bersama anak yang mana, namun pada akhirnya Bu Sutirah memilih tinggal dengan putranya yang paling bungsu, walau secara materi tidak berkelimpahan namun bersama anaknya yg paling bungsu Bu Sutirah merasa paling nyaman.

Kita semua pasti akan menua, membesarkan anak adalah kewajiban kita sebagai orang tua, kalau kita didik anak - anak kita dengan agama insya Allah mereka akan tumbuh menjadi anak yg sholih dan sholihah, kalau kita didik dengan cinta pasti Mereka juga akan membalas cinta kepada kita.

Jangan cemaskan hari tua kita, yakinlah anak - anak kita tidak akan membuat kita hidup merana di usia senja. Sungguh sore ini aku banyak belajar tentang Cinta dari Bu Sutirah. Cepat sembuh Ibu... Anak cucu pasti merindukanmu.

Swmoga bermanfaat

# Magelang, 14 April 2018 #

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali