Murtiningsih

Guru Pembimbing di SMK N 2 Magelang...

Selengkapnya
Apa yang Sering Terlupakan di Akhir Tahun Pelajaran?

Apa yang Sering Terlupakan di Akhir Tahun Pelajaran?

Apa yang Sering Terlupakan di Akhir Tahun Pelajaran?

#mengikat makna#

Tiga minggu lagi tahun pelajaran 2017/2018 akan segera berakhir. Seperti tahun yang lalu, akhir tahun pelajaran saat ini bertepatan dengan bulan puasa. Banyak agenda guru dan sekolah yang harus diselesaikan menjelang akhir tahun pelajaran sekaligus sekolah juga sibuk mengisi aktivitas di bulan puasa baik dalam rangka kegiatan sekolah maupun kepentingan pribadi.

Bagi kepala sekolah disibukkan dengan serangkaian tanggung jawab di akhir tahun seperti pelaporan semua aktivitas selama setahun dan menyiapkan tahun pelajaran baru yang penuh dengan dinamikanya. Memperhatikan agenda di akhir tahun sebenarnya tidak ada jeda libur akhir tahun bagi sekolah karena aktivitas yang padat tersebut. Oleh karena itu, sangat ironis jika sebagian orang di luar pendidikan kadang merasa iri kalau guru atau sekolah memiliki banyak hari libur. Padahal yang libur itu siswanya bukan kepala sekolah dan guru-gurunya.

Bagi guru kesibukan yang utama menjelang akhir tahun pelajaran adalah menyelesaikan pekerjaan untuk memberi nilai anak didiknya. Selama satu setengah Minggu dipastikan tidak ada guru yang tidak menghadapi hasil pekerjaan siswanya untuk dikoreksi dan ditafsirkan dalam rangka memberi nilai siswa. Setelah semua selesai dan diserahkan ke Wakasek Kurikulum maka semua tugas dan tanggung jawab sebagai guru kelihatannya selesai.

Apakah aktivitas itu yang menjadi penanda berakhirnya tahun pelajaran? Saya pikir agenda di atas bukanlah akhir dari tahun pelajaran. Ada hal penting yang sering terlupakan yaitu apa yang dapat diambil pelajaran dari hasil tahun ini untuk digunakan pada tahun yang akan datang? Inilah yang sering terlupakan dan saat ini belum terlambat.

Bagi sekolah dalam hal ini manajemen sekolah, sering menyusun program tahun baru didasarkan pada keinginan atau berdasarkan pada apa yang telah dilakukan tahun sebelumnya. Jarang sekolah menggunakan hasil capaian tahun yang lalu untuk menentukan langkah langkah strategis dalam mencapai visi dan misi sekolah. Akibatnya, semua program dalam dokumen tertulis seringnya "copy paste" dari dokumen sebelumnya dengan sedikit perubahan. Sekolah yang model ini pasti akan ketinggalan zaman. Sekolah yang maju pasti ada sesuatu yang baru yang berbeda dengan tahun sebelumnya. Inilah pentingnya implementasi dari makna standar penilaian dalam seluruh aspeknya.

Bagaimana dengan guru? Kebiasaan kita sering kali mengabaikan bahwa setelah pemberian nilai di akhir tahun pelajaran maka guru merasa selesai semua tanggung jawabnya. Kalau hal ini terjadi maka kita akan menjadi guru yang biasa saja. Apa yang terlupakan? Guru kadang merasa tidak penting capaian tahun Kali dan jarang digunakan untuk mengambil kepeutusan dalam merancang pembelajaran tahun yang akan datang. Akibatnya, selama puluhan tahun mengajar tidak ada hal yang baru di setiap tahun yang dilalui. Padahal kehebatan sekolah ditandai kehebatan guru yang selalu ada yang baru dalam pembelajarannya.

Nah, saatnya belum terlambat untuk mengambil keputusan baik sekolah maupun guru. Semoga bermanfaat.

#asiknya jadi guru# cinta terbaikku# cinta tak pernah salah #15 Mei 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali