Murtiningsih

Guru Pembimbing di SMK N 2 Magelang...

Selengkapnya

Anda Berubah, Orang Lain Juga Berubah

Anda Berubah, Orang lain Berubah

# Mengikat Makna #

Selesai sholat Subuh biasanya Saya langsung sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan untuk suami dan anak - anak, tapi hari ini rasanya malas untuk beranjak dari tempat tidur. Menikmati libur dengan melakukan aktifitas yang tidak biasa juga boleh kok di keluargaku, saya bilang dengan anak-anak nanti kita akan sarapan di Armada aja, beli soto atau gudek, mereka oke - oke aja, putriku bilang, " sing penting maem buk," Aku tertawa mendengarnya dan kulihat Ayahnya hanya mesem mendengar perkataan putrinya yang paling kecil.

Di tempat tidur masih ada yang membuatku enggan turun, buku Terapi Berpikir Positif belum habis aku baca, kebali aku berasik masyuk dengan buku keren ini, pada lebar ke 109 aku baca tentang " Dunia luar adalah pantulan dunia dalam "

Dalam tulisanya Dr. Ibrahim Elfiky menceritakan seorang pemuda bernama Ahmad, dituliskan di situ bahwa Ahmad adalah pemuda berusia dua puluh tahun. Sejak kecil ia dikenal berwatak keras. Setiap orang memperlakukanya dengan kasar dan akhlaknya tidak terpuji. Di sisi lain, ia seorang pemuda yang tekun belajar dan memiliki cita - cita yang tinggi. Setelah selesai kuliah, Ia meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi untuk meraih gelar magister dan doktor. Tetapi, bidang yang ia minati tidak ada di negaranya. Terpaksa Ahmad merantau ke negara lain demi mewujudkan cita - citanya.

Di negara yang baru Ahmad tinggal di sebuah kontrakan yang terdiri dari limabelas pintu. Kontrakan itu dimiliki oleh laki - laki parus baya dan istrinya. Adalah kebiasaan Ahmad dalam bersikap seenaknya menperlakukan orang lain. Ia mudah menyuruh dengan kasar dan melarang orang dengan seenaknya, hal tersebut membuat semua orang menjauhi Ahmad. Hingga pada suatu hari, perut Ahmad terasa sangat sakit, karena tidak tahan Ahmad menjerit keras hingga membangunkan semua orang, melihat Ahmad yg sedang kesakitan semua menolong dengan tanpa melihat prilaku Ahmad setiap harinya. Setibanya di rumah sakit, setelah dilakukan pemriksaan dokter mengatakan bahwa Ahmad mengalami radang usus, dan harus segera di operasi sebelum ususnya pecah dan dapat mengakibatkan kematian. Akhirnya lelaki paruh baya dan istrinya memutuskan bahwa Ahmad harus di operasi. Semua dokumen yg di perlukan di siapkan, Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Semua penghuni kontrakan termasuk pemilik rumah dan anaknya semua menunggu untuk memastikan Ahmad baik - baik saja.

Setelah siuman dari obat bius, Ahmad melihat mereka di sekitanya. Berhari - hari mereka masih menunggui Ahmad, sampai di ijinkan untuk pulang karena benar - benar sudah pulih. Sejak peristiwa itu terjadi perubahan dalan hidup Ahmad, terutama setelah mendapat perhatian dari penghuni kontrakan ketika ia sakit. Ahmad memutuskan untuk kembali pada Allah. Ia rajin mendirikan sholat.Akhlaknya semakin baik, perangainya semakin lembut. Akhmad menjadi sosok yg menyenangkan di kontrakan.

Suatu ketika pemilik kontrakan jatuh dari tangga dan tidak kuat menahan sakit, ia teriak sampai pingsan. Melihat kejadian itu, Ahmad langsung membawanya ke rumah sakit. Ahmad tetap menungguinya bahkan setiap hari menyuapinnya sampai ia benar - benar pulih. Karena terharu pemilik kontrakan itu menangis. Sembari memeluk Ahmad ia berkata, " Aku pernah berharap Allah memberiku anak laki - laki untukku untuk mengurus kontrakan. Ternyata, Dia mengirimu kepadaku. " Ahmad pun tak kuasa membendung air mata.

Kisah Ahmad memberi gambaran kepada kita bahwa apa yang kita perbuat itulah yang nantinya akan kita terima, kalau pepatah jawa mengatakan " sopo nandur mesti ngunduh " . Sikap kita kepada orang lain akan mempengaruhi sikap orang lain terhadap diri kita. Untuk itu marilah kita terus belajar untuk bersikap baik agar orang lain juga bersikap baik terhadap diri kita. Kebaikan yang kita lakukan sebenarnya untuk diri kita sendiri, pun keburukan yang kita lakukan sebenarnya juga untuk diri kita sendiri.

Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 06.00 wib, putriku sudah siap untuk mengantarkanku ke Armada, untuk beli sarapan. Kuposting tulisan ini dengan satu tekad Saya akan bersikap lebih baik kepada siapapun, dan orang lain pasti akan bersikap baik kepada kita, bukankah itu membahagiakan?

Selamat menikamati libur. Allah memberkahi hidup kita. Amiin ya rabbal alamin.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Kisah yang luar biasa dari buku hebat, selamat menikmati sarapan pagi dg keluarga ibu

14 Apr
Balas

Mks Bapak, teriring doa semoga Abah segera di berikan kesembuhan nggih, syafakillah

14 Apr

Subhanallah..., satu kisah yg benar2 menginspirasi. Jazakillah khoir...bunda. Baarakallah.

15 Apr
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali